Rabu, 20 Januari 2016

Brownies Pisang


Paling seneeeng kalo utak atik resep demi memanfaatkan bahan di dapur, eh jadinya enaak melebihi ekspektasi. Soalnya kadang bikin cake dengan ngikutin plek resep aja kadang ga jadi. Bantat lah..seretlah.. (yang hasilnya begini mah ga tampil di blog yah :P). Tapi yang jelas nggak sama yang satu ini. Cake satu ini lembuut, moist dan berasa banget manis legit pisangnya. Rasanya legit manis enakk dan suka bingiit ama teksturnya. Light, yet moist. Light karena mengunakan minyak instead of butter/mentega. Dan yang paling okeh dari resep ini adalah ga perlu nyuci mikser :D  Tinggal cemplang cemplung di satu baskom/wadah, aduk pake whisk, kelar! Ga punya whisk? Pake garpu juga ga masalah, karena kocoknya juga asal rata.. Biarkan bahan pengembang yang melakukan tugasnya ;)



penampakan remahnya..light dan moist..

Light & Moist Banana Cake 

Bahan:
130 gr tepung terigu
3/4 sdt baking soda
1/2 sdt baking powder
>> campur 3 bahan di atas, aduk rata
4 buah pisang yang sudah benar-benar matang
200 gr gula pasir (bisa dikurangi jadi 150gr klo ga suka terlalu manis)
2 butir telur
120 ml minyak sayur
1 sdt vanilla bubuk (bisa diganti cair)

Cara membuat:
Panaskan oven suhu 190 C. Olesi loyang kotak 30x15 cm dengan mentega/margarin dan alasi dengan kertas roti (opsional)
1. Lumatkan pisang dengan garpu. Sisihkan (gambar 1)

2. Kocok telur dan gula hingga rata dengan whisk atau garpu, ga perlu sampe mengembang (gambar 2) 
3. Masukkan minyak sayur, kocok lagi hingga rata (gambar 3)
4. Tambahkan campuran tepung dan vanilla, aduk hingga rata. Jangan lama-lama ya, kalau sudah terlihat rata hentikan mengaduk. (gambar 4)
5. Terakhir, tambahkan pisang yang sudah dilumatkan (gambar 5). Aduk hingga rata. 
6. Tuang ke loyang (gambar 6). Panggang selama 40-45 menit. Lakukan tes tusuk. Kalau tusuk gigi/lidi yang ditusukkan di tengah cake masih basah, tambah waktu pemanggangan 5-10 menit lagi.

Cake juga bisa dikukus, setelah 40-45 menit lakukan tes tusuk. Jika tusuk gigi keluar bersih atau dengan sedikiit remah lembab yang menempel, artinya cake sudah matang.

Dinginkan cake di atas rak kawat (diangin-angin) sebelum dipindahkan ke piring saji, supaya bagian bawah cake tidak lembek basah karena uap panas yang keluar dari bagian bawah cake. 

Pas saya manggang cake yang di foto ini, saya lupa ga tengok-tengok oven. Jadilah bagian atasnya agak legam karena manggangnya sampe 45 menitan. Untunglah ada gula bubuk, tinggal ditaburi  di atasnya, jadi ga keliatan legamnya deh. Hihihi...
Oiya..saya pernah juga bikin di cetakan muffin. Bisa jadi 12 cup dan dipanggang kurang lebih 20 menit. Itu juga saya taburi gula bubuk..karena legam juga atasnya. hihihi..legam takpapa yg penting enaaak



Selamat mencoba ^^

Senin, 11 Januari 2016

Macaroni Schotel



Beberapa hari ini makan cemilannya yang manis-manis terus.. Di rumah juga bikinnya kue lagi kue lagih. Sebelum ada yang protes, mari putar haluan ke resep-resep asin gurih duluu.. Kebetulan ada pasta macaroni yang udah lama nganggur di lemari, bisa nih diberdayakan buat cemilan. Whoott? pasta kok dibuat cemilan?? Maklumlah..kami keluarga pecinta karbo..sebutlah sumber-sumber karbo...beras, roti, pasta, kentang.. itu semua adalah fast moving stock di lemari dapur kami. Hihihi.. :P

Macaroninya saya mo bikin schotel. Sajian ini mirip dengan mac & cheese, hanya bedanya schotel bentuknya lebih padat dan bisa dipotong-potong rapih dengan pisau. Sedangkan mac & cheese lebih runny (baca: mblenyek), lebih gampang disendoki. Mac & cheese juga biasanya ga pake telur..
Schotel sendiri gatau asal-usulnya darimana, tapi schotel artinya pinggan. Macaroni schotel berarti makaroni yang dimasak di pinggan. Hihihi..ini penjabaran bebas ala saya ya. Gatau tepat ato ngga, yang jelas makanan ini populer di indonesah. Enak dihidangkan hangat-hangat, bareng secngkir teh manis ato segelas jus jeruk. Mmm..endeuss :P
Saya bikin pake resep yang saya adaptasi dari Sajian Sedap dan blog mba Ricke. Makasiiih ya mbak :)


Saya bikin dengan isian daging cincang aja plus keju dan wortel. Gini aja udah enaaak, apalagi klo ditambahin smoked beef ya..pasti rasa & aromanya makin manteb deh..

Macaroni Schotel

Bahan
200 gr pasta bentuk macaroni (bisa diganti spirelli), rebus dan tiriskan
150 gr daging giling
1 buah wortel ukuran kecil, diparut
1 shallot, iris tipis (lebih enak kalo pake bombay, tp lagi ga ada :(
2 bawang putih, cincang halus
2 sdm terigu
400 ml susu
150 gr campuran keju parut gouda + emmental (bisa diganti cheddar)
50 gr keju parut untuk taburan
beberapa iris keju mozzarela
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica
1/4 sdt pala bubuk
3 butir telur, kocok lepas
2 sdm margarin untuk menumis

Cara membuat:
1. Tumis shallot dan bawang putih hingga layu dan wangi. Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan wortel parut, tumis sebentar.
2. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Teruskan memasak sambil diaduk hingga mengental. Kecilkan api, masukkan keju, gula-garam, merica dan pala. Aduk rata dan cicipi. Matikan api
3. Masukkan kocokan telur sambil diaduk hingga rata
4. Tuangkan ke pinggan yang sudah dioles tipis mentega/margarin. Taburi keju parut di atasnya. Panggang di oven 180 C selama 35 menit.
Taburi keju mozzarela, panggang lagi sebentar hanya hingga mozzarella meleleh. Angkat

Tunggu 10-15 menit baru dipotong-potong