Schotel sendiri gatau asal-usulnya darimana, tapi schotel artinya pinggan. Macaroni schotel berarti makaroni yang dimasak di pinggan. Hihihi..ini penjabaran bebas ala saya ya. Gatau tepat ato ngga, yang jelas makanan ini populer di indonesah. Enak dihidangkan hangat-hangat, bareng secngkir teh manis ato segelas jus jeruk. Mmm..endeuss :P
Saya bikin pake resep yang saya adaptasi dari Sajian Sedap dan blog mba Ricke. Makasiiih ya mbak :)
200 gr pasta bentuk macaroni (bisa diganti spirelli), rebus dan tiriskan
150 gr daging giling
1 buah wortel ukuran kecil, diparut
1 shallot, iris tipis (lebih enak kalo pake bombay, tp lagi ga ada :(
2 bawang putih, cincang halus
2 sdm terigu
400 ml susu
150 gr campuran keju parut gouda + emmental (bisa diganti cheddar)
50 gr keju parut untuk taburan
beberapa iris keju mozzarela
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica
1/4 sdt pala bubuk
3 butir telur, kocok lepas
2 sdm margarin untuk menumis
1. Tumis shallot dan bawang putih hingga layu dan wangi. Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan wortel parut, tumis sebentar.
2. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Teruskan memasak sambil diaduk hingga mengental. Kecilkan api, masukkan keju, gula-garam, merica dan pala. Aduk rata dan cicipi. Matikan api
3. Masukkan kocokan telur sambil diaduk hingga rata
4. Tuangkan ke pinggan yang sudah dioles tipis mentega/margarin. Taburi keju parut di atasnya. Panggang di oven 180 C selama 35 menit.
Taburi keju mozzarela, panggang lagi sebentar hanya hingga mozzarella meleleh. Angkat

